-->

Pembahasan Filtration Loss dan Mud Cake Lumpur Pemboran

      Adapun masalah yang terus terjadi pada saat pemboran adalah filtration loss, dimana air yang terkandung dalam lumpur pemboran masuk ke dalam formasi. Hal itu dapat terjadi saat lumpur pemboran berhubungan dengan batuan berpori, batuan tersebut berperan sebagai sebuah saringan yang memungkinkan fluida dan padatan-padatan kecil untuk melaluinya (Sufiadi, 2019). Fluida yang hilang kedalam batuan tersebut disebut sebagai filtrate, sedangkan lapisan padatan-padatan yang tertumpuk dipermukaan batuan disebut mud cake.
    Mud cake yang baik adalah memiliki ukuran tipis untuk mengurangi kemungkinan terjepitnya pipa bor dan kuat untuk membantu kestabilan lubang bor serta padat, agar filtrate yang masuk kedalam formasi tidak terlalu berlebih, sedangkan apabila mud cake berukuran tebal akan menjepit pipa pemboran sehingga sulit diangkat dan diputar lalu filtrate yang masuk ke formasi dapat menimbulkan kerusakan pada formasi (Ginting, 2018).
    Mud cake yang bagus yaitu kurang dari 1.5 mm (Hamid, 2015). Menurut widada, dkk (2019) filtration loss adalah kehilangan sebagian cairan (filtrate) lumpur masuk ke dalam formasi permeable. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi sifat tersebut yaitu seperti waktu filtrasi, suhu, konsentrasi padatan, permeabilitas kerak lumpur pemboran dan jenis lumpur.
    Filtration loss yang besar pada operasi pemboran mengakibatkan sistem lumpur akan kehilangan komponen cairnya serta dapat menyebabkan terjadinya formation damage karena mengecilnya porositas dan permeabilitas efektif terhadap minyak dan gas, sedangkan mud cake dapat berhubungan dengan konsentrasi padatan, sifat kimia dan kestabilan lumpur. Alat yang digunakan yaitu filter pressure (Satiyawira, 2018).

LihatTutupKomentar